English
is the language of the world . If you 've mastered the English language
correctly , then you have the opportunity to understand the current global
conditions . At the very least , you already understand the various terms can
be foreign or clicking - exploration and understanding of the conditions that
apply globally.
Inevitably,
English skills are absolutely necessary to support the career for the employees
and for job seekers who are in the stage of looking for work . It might even be
said that almost all professional jobs require a good command of English .
Moreover, an international company whose salary is also international . Even if
not required to speak English , scholars usually speak English would be an
advantage for a job. In fact for several multinational companies , English
language ability you will be directly tested at final stages of the interview
session .
For
a student, the English language is one of the prerequisites for obtaining a
college degree . Of course we all have experienced the TOEFL test , for
students now if not mistaken TOEFL should be 400. If below 400, should repeat
until the value is above 400. Quite unfortunate that a student should not
adjourn thesis because her TOEFL score is not enough .
A
scholar who is an absolute must master the English language is a scholar who
plans to continue his education up to the-2 or S-3. When to pass S-1 should have TOEFL 400, to take the S-2 we
should have a TOEFL 480-500. Education S-2 or S-3 is usually taken by the
lecturer or lecturer candidates, as a lecturer or professor, of course we have
to master the English language, the lecturer must not be inferior to the Englis
-speaking students.
Master
the English language is also one of the absolute requirement to obtain a
postgraduate scholarship ( S-2 and S-3 ). Currently, many offer graduate
scholarships for scholars in Indonesia, both for college in the country and
abroad. All scholarships are ( almost all ) requires mastery of English, who is
not going to college for free? abroad again. So go to college, the streets, as
well as add to the experience and friends.
By
mastering the English language we will be more respected in our social sphere,
because not everyone can master this language. And when we go forward to prove
ourselves, then we will be one level above the average.
Namaku
Anggita Nurul Handayani biasa dipanggil Anggi. Aku berjenis kelamin perempuan
dan lahir di Jakarta pada tanggal 07 bulan april 1993. Aku terlahir dari
pasangan Sugito dan Any Nurhidayah. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Aku mempunyai kakak perempuan yang bernama
Erlina Sulistyorini, usia kami terpaut 12 tahun. Aku berdarah jawa asli. Papa
asal Wonogiri dan mama ku asal Wonosobo. Aku bergolongan darah A dan berzodiak
Aries. Aku adalah sosok yang pendiam dan pemalu. Aku sangat menyukai sayuran
(terutama yang berwarna hijau). Aku juga sangat menyukai makanan yang berasa
pedas. Aku juga menyukai warna biru dan hitam. Aku juga suka membaca novel dan
menonton drama korea. Aku adalah k-popers (penyuka korea). Aku juga suka
menonton film horror. Aku sangat tertarik dengan hal yang berbau dunia lain. Aku
sangat menyukai cerita horror dan selalu penasaran dengan makhluk gaib. Orang akan
memilih untuk menghindari hal-hal yang berbau gaib namun aku malah tertarik
dengan hal seperti itu. waktu kecil aku selalu dihubungkan dengan makhluk gaib.
Saat aku masih kecil, sekitar umur 5 tahun , aku dikenal sebagai anak yang
bandel, cengeng, pemberontak, suka memukul, suka berteriak-teriak, mengambil
uang orang tua, itu adalah hal-hal yang sangat tidak bagus untuk dilakukan oleh
seorang anak seusiaku. Walaupun aku dikenal bandel tetapi aku juga dikenal
sebagai anak yang berprestasi. Saat aku kecil aku mempunyai seorang teman yang
selalu bersaing dalam ranking sekolah. Cerita ini aku lanjutkan dibagian saat
aku mulai masuk ke SD.
Aku
masuk dunia pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak di TK Kartika yang letaknya
dekat rumahku, di Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Saat aku masih
TK aku adalah anak yang dikenal cengeng dan bandel. Aku selalu menangis saat
sedang belajar dan meminta mama ku untuk ikut menemaniku didalam kelas. Guruku berpikiran
jika mama ku ikut masuk, dia akan membantuku saat belajar. Itu membuat orang
tua yang lain berpikiran negatif. Namun aku selalu bisa cepat menangkap
pelajaran dengan baik disbanding anak-anak yang lain. Karena kejadian itu aku
selalu diledek oleh teman-temanku. Tapi selain aku cengeng dan bandel, aku juga
seorang anak yang pintar. Guru-guruku pun selalu terkesan dengan kemajuan yang
aku perlihatkan selama sekolah TK. Aku tamat dari TK pada tahun 1999 dan
melanjutkan sekolah di SDN Cijantung 08 Pagi, awal tes masuk SD aku ditemani
mamaku . saat tes berlangsung seperti biasa aku mulai menangis kejar saat
ditanyai beberapa pertanyaan dan disuruh membaca. Aku dipukul mama karena
beliau sangat kesal padaku karena aku selalu menangis . Tapi aku bisa melalui
tes itu dengan baik dan bisa menjadi siswa baru di SDN 08 PAGI. Aku memulai
awal menjadi murid kelas 1.kebiasaan lamaku yang tidak pernah bisa ditinggal
oleh mamaku pun berlanjut sampai di SD. Saat di SD aku mempunyai teman yang
tidak pernah mau berpisah denganku. Dia seorang anak perempuan yang pintar
juga. Dia menjadi saingan ketatku dikelas. Tapi aku tidak peduli karena dia
adalah temanku. Ada saat dimana kami harus berpisah . dia harus pindah sekolah
saat duduk dikelas dua SD. Saat itu aku kehilangan sosok teman yang sekaligus
sainganku. Perilaku ku sedikit demi sedikit pun berubah. Aku lebih tertarik
bermain dengan anak laki-laki daripada anak perempuan. Kebiasaanku yang sering
menangis dan selalu ditemani mamaku pun sudah tidak lagi. Aku mulai berani
berangkat sekolah sendiri, mulai bertengkar dengan anak laki-laki. Aku lebih
tertarik dengan sepak bola dibanding bermain karet dan boneka atau bermain
masak-masakan. Saat di SD aku selalu masuk ranking 10 besar, aku juga masuk
dalam tim inti kastiku saat SD. Dan sekolah ku menjadi juara 1 sekecamatan saat
bertanding kasti dengan SD yang lain dan aku lulus SD pada tahun 2005 dengan nilai yang
dapat membuat orang tuaku bangga, lalu aku melanjutkan ke SMPN 217 Jakarta
lulusan tahun 2008. Masa SMP adalah masa yang paling membuatku tidak bisa
melupakannya. Masa dimana aku menemukan teman-teman yang bisa menemaniku. Aku mempunyai
genk yang beranggotakan enam anak perempuan , termasuk diriku. Aku biasa
dipanggil ipit saat di SMP. Pertemanan kami pun tumbuh menjadi pertemanan yang
sangat erat. Kami selalu bersama kemana-mana. Waktu di SMP aku dekenal suka
berantem dengan anak laki-laki. Itu membuatku merasa paling kuat dan menjadi
jagoan. Aku selalu membela temanku jika ada yang mengganggu mereka. Aku terkenal
dikalangan anak-anak yang nakal. Tapi aku juga termasuk siswa berprestasi di
sekolah. Banyak yang selalu menjadikanku saingan mereka dalam prestasi. Aku tidak
pernah mempermasalahkan peringkat dengan yang lain. Tapi mereka selalu
menganggapku saingan terberat. Aku tidak pernah belajar serius dikelas tapi aku
selalu mendapat nilai yang bisa dibilang bagus. Keadaan ini menjadi seimbang. Anak
bandel tetapi pintar. Aku lulus dan berpisah dengan teman-teman yang selalu
bersamaku. Aku memilih sekolah yang tidak dipilih oleh teman-temanku yang lain.
Inilah yang membuat hubungan kami terputus. Selanjutnya saya meneruskan ke SMAN
105 Ciracas, saat aku menjalani pendidikan di SMA aku tidak punya teman satu
pun dari SD atau SMP ku. Aku benar-benar sendiri, aku sempat menyesal dan ingin
pindah sekolah karena aku tidak ada barengannya. Aku menangis meminta pindah
sekolah pada orang tuaku tetapi setelah dijalani aku malah mendapatkan
teman-teman yang baik. saat di SMA aku menjadi sosok yang pendiam dan tertutup.
Aku selalu bermasalah dengan temanku, dalam artian selalu berpikiran negatif
tentang mereka. Aku merasa tidak dianggap jika bersama mereka. Aku merasa
seperti bayangan yang tidak pernah dilihat kehadirannya. Hal-hal itulah yang
menjadikanku sosok yang tertutup dan pendiam. Namun aku dikenal sebagai orang
yang tidak pernah pilih-pilih teman dalam bergaul. Aku bergaul dengan siapa
saja. Dari anak yang bandel sampai anak yang paling pendiam dikelas. aku tidak
pernah mempunyai masalah di sekolah. Aku juga selalu mendapat nilai yang tidak
terlalu buruk dikelas. Aku lulus dari SMA pada tahun 2011. Sekarang aku
melanjutkan pendidikandi jenjang S1
dengan jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma. Saya memilih jurusan itu
karna saya memang tertarik dengan akuntansi. Dan saya ingin menjadi seorang
akuntan yang sukses. Di jurusan ini saya mendapat banyak pengalaman. Saya sekarang
semester lima dan berada dikelas yang sering disebut kelas unggulan. Padahal saya
tidak pernah berharap masuk kekelas ini. Awal semester tiga, adalah awal yang
berat berada diadalam kelas yang dipenuhi anak-anak pntar. Itu membuat saya ketakutan
akan ketidakmampuan saya. Namun setelah dijalani selama setahun bersama-sama,
mereka tidak menakutkan seperti yang saya pikirkan. Mereka menerima saya berada
diantara mereka dan mengajak saya untuk ikut berkumpul dengan mereka. Hal inilah
yang membuat saya merasa tidak dilupakan atau tidak dianggap keberadaannya
diantara mereka. Saya berharap pertemanan ini akan membawa hal yang positif
pada diri saya bukan malah membuat saya semakin terkucilkan. Sekian cerita
tentang diri saya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung perasaan
para pembaca sekalian. Terima kasih.
Kondisi krisis pangan di
Indonesia tahun ini cukup mengkhawatirkan. Di tengah harga pangan dunia yang
melonjak, ancaman terjadinya kekurangan pasokan kini menghantui Indonesia.
Kurangnya bahan dasar dari kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia menjadikan
harga barang-barang pokok di Indonesia menjadi mahal sehingga masyarakat sulit
untuk memproduksinya. Kondisi tersebut tentu semakin memberatkan beban hidup
masyarakat, terutama rakyat miskin.
Kedelai sampai saat ini belum
masuk ke dalam kategori barang kebutuhan pokok. Tetapi dengan mengamati dampak
yang ditimbulkan antara lain adalah kenaikan harga tahu dan tempe – padahal
tahu dan tempe dikonumsi masyarakat banyak khususnya kelas menengah ke bawah –
maka sudah sepantasnya kalau pemerintah memasukkan kedelai ini sebagai barang
kebutuhan pokok atau kalau tidak boleh disebut barang kebutuhan pokok disebut
saja sebagai barang strategis. Barang strategis ini hendaknya juga dikendalikan
harganya.
Harga kedelai, misalnya, terus
meningkat, dari sekitar Rp 3.800 tahun lalu, kini telah mencapai Rp 6.800
bahkan hingga Rp 8.000 per kg. Kenaikan tersebut sebagai dampak pemenuhan
kebutuhan kedelai nasional masih harus diimpor, sehingga sangat rentan dengan
fluktuasi harga di pasar internasional.
Kenaikan harga kedelai, sangat
memukul rakyat miskin di Indonesia. Sebab, kedelai merupakan bahan baku utama
pembuatan tahu dan tempe, di mana sebagian besar produsennya adalah kelompok
usaha kecil dan menengah. Tak hanya perajin tahu tempe yang mengalami kesulitan
karena melonjaknya harga kedelai, konsumen rakyat kecil juga terkena dampaknya.
Dengan adanya peristiwa ini,
saya membuat sebuah karya tulis yang membahas permasalahan mengenai sebab harga
kedelai naik.
BAB 2
PEMBAHASAN
Kondisi krisis pangan di
Indonesia tahun ini cukup mengkhawatirkan. Di tengah harga pangan dunia yang
melonjak, ancaman terjadinya kekurangan pasokan kini menghantui Indonesia. Hal
itu ditandai dengan terus melonjaknya harga bahan pangan. Kondisi tersebut
tentu semakin memberatkan beban hidup masyarakat, terutama rakyat miskin.
Harga kedelai, misalnya, terus
meningkat, dari sekitar Rp 3.800 tahun lalu, kini telah mencapai Rp 5.500 per
kg bahkan hingga Rp 8.200 per kg. Kenaikan tersebut sebagai dampak pemenuhan
kebutuhan kedelai nasional masih harus diimpor, sehingga sangat rentan dengan
fluktuasi harga di pasar internasional.
Kekeringan yang terjadi di
Amerika Serikat membuat pasokan kedelai ke Indonesia terhambat karena selama
ini AS merupakan pemasok kedelai terbesar bagi Indonesia. Akibatnya, produksi
tahu dan tempe terganggu dan setelah mengalami kenaikan harga dalam beberapa
hari terakhir, sentra-sentra pembuatan tahu dan tempe akhirnya menghentikan
produksi mereka.
Produsen tahu dan tempe
merespons kenaikan harga itu dengan melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut
pemerintah mengambil alih tata niaga kedelai agar dapat membantu para perajin
tahu-tempe.
Penyebab melejitnya harga
kedelai karena melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang dolar
AS. Sehingga seluruh komoditas yang diimpor terkena dampak kenaikan harga
seperti otomotif, komponen, jagung, gandum, termasuk kedelai. Untuk menurunkan
harga kedelai bukan dengan mogok produksi tahu dan tempe melainkan para perajin
yang menyesuaikan harga tahu dan tempe atau pemerintah berhasil menstabilkan
nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS.
Kondisi ini sejalan dengan
peringatan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), bahwa tahun ini
dunia terancam krisis pangan, sebagai dampak dari perubahan iklim. Sejak tahun
lalu, harga komoditas pangan meningkat tajam, akibat kurangnya pasokan dari
seluruh dunia.
Kenaikan harga kedelai, sangat
memukul rakyat miskin di Indonesia. Sebab, kedelai merupakan bahan baku utama
pembuatan tahu dan tempe, di mana sebagian besar produsennya adalah kelompok
usaha kecil dan menengah. Tak hanya perajin tahu tempe yang mengalami kesulitan
karena melonjaknya harga kedelai, konsumen rakyat kecil juga terkena dampaknya.
Hal itu mengingat tahu dan tempe merupakan sumber gizi protein yang harganya
relatif paling terjangkau oleh daya beli masyarakat miskin.
Kebergantungan yang tinggi pada
kedelai impor, membuat para perajin tahu tempe kesulitan untuk beradaptasi
dengan kondisi harga yang tinggi. Sebab, mereka harus berhadapan dengan
kenyataan masih rendahnya daya beli mayoritas konsumen. Tidak banyak alternatif
untuk menyiasati kenaikan harga kedelai tersebut. Sampai saat ini, belum
ditemukan komoditas biji-bijian yang bisa menjadi substitusi bahan baku tahu
dan tempe, sehingga pengusaha tak kelimpungan saat harga kedelai melambung
seperti saat ini. Alhasil, upaya untuk menyiasatinya hanyalah menaikkan harga
jual atau memperkecil ukuran produk. Tentu saja hal itu akan merugikan
konsumen, yang umumnya rakyat kecil.
Dampak dari melambungnya harga
kedelai sungguh nyata. Gabungan Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia
(Gakopttindo) mencatat, dari sekitar 115.000 perajin tahu tempe di Indonesia,
5.000 di antaranya telah gulung tikar. Mereka yang terpaksa menutup usahanya
adalah pengusaha kecil dan menengah yang umumnya mempekerjakan dua hingga tiga
tenaga kerja. Dari situ terlihat bahwa dampaknya puluhan ribu orang menganggur,
dan masih banyak lainnya yang terancam bernasib sama. Banyaknya pengangguran
akibat kenaikan barang-barang pokok menambah ketentraman Negara Indonesia
semakin sulit terwujud.
Selama ini, kebutuhan kedelai
untuk 115.000 pengusaha tahu tempe mencapai 1,5 juta ton atau sekitar 1,5
miliar kg per tahun. Jika kenaikan harga kedelai rata-rata Rp 2.000 per kg,
berarti ada Rp 3 triliun, atau rata-rata Rp 30 juta per pengusaha per tahun,
yang seharusnya menjadi pendapatan mereka. Gambaran ini tentu sangat merugikan.
Secara umum, kenaikan harga
kedelai juga sangat berpotensi mendorong laju inflasi tahun ini. Sejak awal Badan
Pusat Statistik (BPS) mengingatkan potensi inflasi tinggi 6,96 persen,
melampaui target pemerintah 5,3 persen. Faktor pemicunya adalah lonjakan harga
beras. Kondisi tersebut berlanjut pada Januari 2011, di mana BPS mencatat
inflasi bulanan mencapai 0,89 persen, dan inflasi year on year mencapai 7,02
persen. Dari laju inflasi 0,89 persen tersebut, komponen bahan makanan
menyumbang 0,57 persen, jauh di atas komponen inflasi lainnya.
Berikut ini adalah kasus yang
saya temukan tentang pengrajin tempe yang gulung tikar. Sebut saja beliau Bapak
Surahman. Beliau mengaku sudah menjadi pengrajin tempe selama 20 tahun. Tapi 2
tahun terakhir ini beliau merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kedelai
yang biasa beliau pesan di tempat langganannya di pasar terdekat. Diakibatkan
harga kedelai melonjak drastis. Sehingga tidak terjadi keseimbangan antara
modal yang dikeluarkan dengan laba yang diperoleh. Bapak Surahman mengadu bahwa
beliau selalu mengalami kerugian setiap memproduksi tempe. Akhirnya beliau
memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain.
Dapat kita pelajari dari kasus
tersebut. Bapak Surahman yang kesulitan mendapatkan kedelai karena harga
perkilonya yang mahal mengharuskan beliau untuk gulung tikar. Bisa kita
tanggapi bahwa memang benar penyebab Bapak Surahman gulung tikar adalah bahan
baku yang mahal. Tapi bisa juga itu adalah kesalahan masyarakat sendiri yang
lebih memilih untuk memanfaatkan produk impor daripada produk local.
Melihat kenyataan tersebut, tak
tertutup kemungkinan ke depan kedelai akan memicu lonjakan inflasi kelompok
bahan pangan, yang pada akhirnya mendorong laju inflasi secara keseluruhan.
Tentu saja ancaman tersebut adalah kabar buruk bagi perekonomian nasional.
Rakyat akan semakin menjerit akibat beban hidup yang bertambah berat. Pengusaha
pun terhimpit oleh biaya produksi yang tinggi dan menurunnya daya beli
konsumen.
Mencermati hal itu, pemerintah
harus turun tangan untuk menurunkan harga kedelai, guna menyelamatkan para
perajin tahu dan tempe, serta menjamin sumber gizi protein murah bagi
masyarakat. Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah:
Pertama, menugasi Perum Bulog
untuk kembali menangani pengadaan kedelai. Sebab, dikhawatirkan lonjakan
harganya saat ini akibat ulah importir yang mempermainkan harga. Jika ditangani
Bulog, pemerintah bisa ikut campur menstabilkan harga jika sewaktu-waktu harga
melambung.
Kedua, pemerintah harus
memastikan kebijakan penghapusan bea masuk 59 komoditas bahan pangan yang
dikeluarkan akhir Januari lalu segera terealisasi. Jangan sampai kebijakan yang
sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan itu tak terimplementasi di
lapangan.
Ketiga, pemerintah, melalui
Kementerian Pertanian, harus mulai memikirkan upaya meningkatkan produktivitas
kedelai di dalam negeri, mengingat komoditas tersebut sangat terkait dengan
hajat hidup rakyat kebanyakan. Hal itu juga mengingat kedelai adalah sumber
gizi protein yang murah. Selain itu, Kementerian Pertanian perlu memikirkan dan
memasyarakatkan komoditas biji-bijian lain yang bisa menjadi substitusi dari
kedelai dalam proses produksi tahu dan tempe. Ini penting menjadi alternatif
solusi bagi perajin tahu dan tempe.
BAB 3
KESIMPULAN
Kenaikan harga kedelai, sangat
memukul rakyat miskin di Indonesia.Harga kedelai dipasar dunia sedang meningkat
seiring dengan kecenderungan peningkatan permintaan. Kunci untuk mengatasi
masalah itu adalah harus ada tambahan pasokan kedelai. Menambah pasokannya
dengan cara mengimpor kedelai dari Amerika. Namun jika terlalu bergantung pada
impor kedelai maka akan sangat merugikan petani kedelai dalam negeri dan juga
harga kedelai yang akan semakin tinggi. Maka pemerintah memberikan solusi untuk
mengatasi masalah kenaikan harga kedelai ini dengan melibatkan kembali Perum
Bulog dalam ketataniagaan kedelai, merubah kebijakan impor dari kuota menjadi
tarif, dan mencari bahan baku yang bisa di subtitusi dengan kedelai.
Penalaran Deduktif Pengertian penalaran adalah menghubungkan fakta dan data-data menjadi suatu simpulan. Di dalam penalaran terdapat metode yaitu metode deduktif. Dimana pengertiannya sebagai berikut : Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu simpulan yang bersifat khusus. Contoh : Semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan. Manusia adalah makhluk hidup. Simpulan : Manusia adalah ciptaan Tuhan. Macam-macam penalaran deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis. Saya akan menjelaskan pengertian dari ketiga silogisme ini : 1. Silogisme kategorik adalah Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Premis umum : Premis Mayor (My) Premis khusus : Premis Minor (Mn) Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K) Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek).Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Semua makhluk hidup membutuhkan air ( Premis Mayor ) MP
Kucing adalah makhluk hidup ( Premis Minor ) S M
Kucing membutuhkan air ( Konklusi ) S P Keterangan : S = Subyek; P = Predikat M. = Middle term. Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah : 1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah. 2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan 3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan. 4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative. 5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif. 6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan. 7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. 8. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
2. Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan “ jika …” konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Macam tipe silogisme hipotetik :
a) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
Jika hujan , jalanan basah Sekarang hujan . Jadi sekarang jalanan basah. b) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuensinya , seperti : Bila hujan , bumi akan basah Sekarang bumi telah basah
Jadi hujan telah turun c) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecendent , seperti : Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa , maka kegelisahan akan timbul . Politik pemerintah tidak dilaksanakan dengan paksa , Jadi kegelisahan tidak akan timbul d) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuensinya , seperti: Bila mahasiswa turun kejalanan , pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan
3. Silogisme disjungtif : adalah silogisme yang premis mayornya merupaan keputusan disjungtif, sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut premis mayor.Seperti pada silogisme hipotik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan semestinya.Silogisme ini ada dua macam, silogisme disjungtif dalam arti sempit dan silogisme disjungtif dalam arti luas.
- Silogisme disjungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
Kamu atau saya yang pergi
Kamu tidak pergi
Maka sayalah yang pergi
- Silogisme disjungtif dalam arti luas premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti : Hasan di rumah atau di pasar
Ternyata tidak di rumah
Jadi di pasar
Silogisme disjungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu : a) Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusinya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti :
Ia berada diluar atau di dalam
Ternyata tidak berada di luar
Jadi ia berada di dalam
Ia berada di luar atau di dalam
Ternyata tidak berada di dalam
Jadi ia berada di luar. b) Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti: Budi di masjid atau di sekolah
Ia berada di masjid
Jadi ia tidak berada di sekolah
Budi di masjid atau di sekolah
Ia berada di sekolah
Jadi ia tidak berada di masjid.
ENTIMEN Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Umumnya, dalam silogisme ini salah satu premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Contohnya : Semua sarjana adalah orang cerdas. Dara adalah seorang sarjana. Jadi, Dara adalah orang cerdas. Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu "Dara adalah orang cerdas karena dia adalah seorang sarjana". Dengan demikian, entimen merupakan silogisme yang diperpendek.