Sabtu, 20 Oktober 2012

Andai Aku menjadi Menteri Koperasi


Nama               : Anggita Nurul Handayani
Kelas/NPM     : 2EB01/20211899
TUGAS SOFTSKILL

Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi

Seandainya ? Kalo bisa memang menjabat menteri koperasi. Itu yang akan saya katakan jika pertanyaannya seperti itu . Menjadi seorang menteri atau pejabat bukan hal yang mudah . Diperlukan skill yang profesional dan wawasan yang luas. Dimana kita harus menguasai permasalah yang menyangkut dengan jabatan yang kita jabat sebai menteri koperasi . Diperlukan juga iman yang kuat dan kepercayaan dari masyarakat . Masyarakat sudah sulit mempercayai para pejabat rakyat tersebut. Sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat. Dan salah satu cara mengembalikan keadaan koperasi seperti dulu lagi adalah dengan cara mengembalikan kepercayaan masyarakarat terhadap koperasi itu sendiri.
            Jika saya adalah seorang menteri koperasi yang pertama saya lakukan adalah memperbaiki segalanya yang telah rusak atau hancur dan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang telah ada di dalam koperasi Indonesia. Masalah-masalah seperti pengelolaan koperasi yang tidak profesional , sumber daya yang tidak berkualitas , pegawai yang nakal ,dsb. Untuk itu perlunya kebijakan dibuat .

Sekilas Perkoperasian di Indonesia
Berdirinya koperasi di Indonesia dicetuskan oleh Drs. Mohammad Hatta, yang adalah Wakil Presiden pertama Republik Indonesia dan salah satu Bapak Proklamator. Di Indonesia dibuatlah suatu Undang-Undang tentang Perkoperasian, yaitu Undang-Undang No.12 tahun 1967 dan Undang-Undang no. 25 tahun 1992. Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan.

Sedangkan Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi
Koperasi adalah organisasi ekonomi yang disadari atau tidak sangatlah cocok dengan budaya dan tradisi bangsa Indonesia yang mengedepankan asas kekeluargaan dan gotong royong, karena itu sudah sepatutnya koperasi Indonesia diperbaiki dan digalakkan kembali.

Mengoptimalkan Sumber Daya Manusia
Koperasi memiliki beberapa bahkan sebagian besar pengurus yang telah lanjut usia. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kapasitas kerja yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan dan integritas koperasi itu sendiri. Tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk merubah kepengurusan koperasi adalah dengan merekrut kaum-kaum muda yang memiliki integritas dan pemikiran yang luas sehingga dapat meningkatkan kinerja dan integritas koperasi. Dan mengoptimalkan tenaga profesional yang berkualitas. Terobosan terbaru adalah memasukkan pendidikan koperasi menjadi kurikulum belajar di sekolah dasar (SD). Ini adalah bentuk kerjasama menteri koperasi dengan menteri pendidikan agar penerus bangsa ini bisa mengenal lebih dalam mengenai koperasi.
Masalah lain dalam kepengurusan adalah pengurus yang memiliki rangkap jabatan. Kebanyakan pengurus koperasi merupakan tokoh masyarakat di desanya masing-masing. Hal ini juga harus diperhatikan. Jika seorang pengurus koperasi memiliki rangkap jabatan, maka pemikiran mereka terpecah menjadi dua. Hal itu juga dapat menyebabkan perhatian mereka terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga dapat terbengkalai dan tidak terurus. Tindakan yang harus dilakukan adalah dengan memberikan kelonggaran kepada mereka untuk memilih pekerjaan mana yang akan tetap mereka jalani agar pekerjaan yang nantinya akan kita jalani dapat berjalan dengan baik dan mendapat perhatian penuh.
Masalah lain juga muncul berhubungan dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan  pemerintah kepada para anggota koperasi. Pemerintah sangat memanjakan para anggota ini dengan fasilitas yang ada , seperti akses ke bank , kredit dan asuransi. Fasilitas-fasilitas ini menyebabkan turunnya mental para anggota koperasi karena terlalu dimanja. Sebenarnya cara pemerintah ini salah , dengan memberikan fasilitas ini malah akan membuat para pegawai menjadi malas dalam bekerja karena tidak ada pengawasan dan perhatian yang ketat dari pemerintah. Seharusnya pemerintah turut mengawasi kinerja para pegawai atau anggota koperasi bukan hanya melihat laporan-laporan keuangan yang diberikan saja.

Meningkatkan kemandirian finansial koperasi
Banyak pegawai koperasi yang nakal . Ini bisa menyebabkan jatuhnya koperasi. Untuk meningkatkan kemandirian koperasi secara finansial diperlukan adanya suatu hal mendasar yaitu kejujuran. Karena itu koperasi harus transparan kepada para masyarakat anggotanya dan pemerintah dengan membuat laporan keuangan. Membuat laporan keuangan juga seharusnya dilakukan oleh profesional agar tidak ada kesalahan pencatatan yang bisa menyebabkan korupsi. Dan bagi orang yang melakukan penyelewengan dana harus dijerat oleh hukum yang berlaku.

Modal yang sulit didapat
Masalah selanjutnya adalah modal. Modal untuk koperasi sangat sulit diperoleh.Apalagi dari pinjaman Bank. Bank masih ragu untuk meminjamkan modal pada koperasi karena cara koperasi  menjual atau memperkenalkan barangnya masih kurang efektif dan tidak bisa menarik masyarakat untuk berinvestasi di koperasi tersebut.
Perhatian pemerintah yang kurang dalam mempromosikan koperasi juga menyebabkan kurangnya ketertarikan masyarakat terhadap koperasi, ini menyebabkan kurangnya modal dalam koperasi. Sebenarnya modal bisa didapat dengan adanya transaksi-transaksi yang dilakukan oleh anggota koperasi. Ini sangat membantu dalam penyediaan modal koperasi.

Saingan dari luar atau usaha yang sejenis
Promosi dan sosialisasi yang cukup dapat membantu memulihkan mitra koperasi. Kita dapat mempromosikan koperasi dengan melalui iklan di tv atau mengiklankan lewat Koran. Produk yang dihasilkan oleh koperasi juga perlu disosialisasikan, supaya tidak kalah terkenal dengan produk luar negeri. Produk dalam negeri yang kini mulai redup oleh produk-produk impor harus sangat diperhatikan. Untuk produk-produk koperasi yang harus dilakukan adalah dengan cara menekan biaya produksi supaya mendapatkan harga yang lebih murah, namun harus memperhatikan kualitas supaya tidak kalah dengan produk lain terutama produk impor yang kini semakin merajalela. Para anggota juga harus memperhatikan pasar yang sedang berkembang dipasaran . Barang apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya menjual sembako atau bahan pokok saja . Tapi juga menjual kerajinan yang dibuat para anggota dan mempromosikannya dengan cara yang benar sdan menarik. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar bertindak dan berpikir keras untuk menghasilkan produk yang sangat diminati oleh masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan laba atau keuntungan koperasi yang dapat digunakan untuk memperluas wilayah kekuasaan sehingga koperasi bisa lebih maju dari sebelumnya dan berkembang sesuai harapan.
Kondisi koperasi saat ini memang sangat memperihatinkan. Jika kita tidak bertindak cepat dan tegas, bisa-bisa koperasi hanya menjadi pajangan di lembaga yang dibuat oleh pemerintah. Bila ditelurusi lebih jauh lagi, masalah utama dalam koperasi saat ini memang terletak pada konsep yang sudah usang seperti yang sudah saya katakan. Konsep seperti itu sepertinya sudah tidak bisa dijalankan lagi untuk sistem perekonomian saat ini dimana perkembangan teknologi sudah berkembang pesat. Perlu adanya revisi ulang dari Pemerintah supaya konsep yang dimiliki koperasi saat ini  tidak ketinggalan zaman. Dengan konsep yang lebih baru tentunya akan membuat kinerja koperasi lebih baik dan berkembang.
Selain peran Pemerintah yang sangat diperlukan, kita pun harus melakukan sesuatu yang dapat mengembalikkan koperasi seperti dahulu dan tentunya seperti yang kita harapkan. Mungkin dengan menyediakan ide-ide yang baru , yang bisa menarik masyarakat atau kaum muda untuk bergabung atau ikut berpartisipasi dalam usaha yang dijalankan koperasi sekarang.
Harapan selanjutnya adalah agar produk-produk yang dihasilkan koperasi juga dapat diminati masyarakat luas sehingga bisa meningkatkan keuntungan untuk koperasi. Selain untuk meningkatkan keuntungan koperasi, produk-produk yang diminati masyarakat dapat mendongkrak pendapatan dalam negeri, juga bisa memajukan produk-produk yang dibuat oleh produk rumahan . Saya juga berharap produk rumahan yang dibuat bisa dijual dikoperasi dan bisa menghasilkan keuntungan antara dua pihak tersebut. Para produsen produk rumahan juga bisa mendapatkan modal atau pinjaman dari koperasi. Dan yang terpenting adalah semoga koperasi dapat mengembalikan citranya lagi seperti dulu sehingga semua harapan yang diinginkan dapat tercapai tanpa ada halangan yang mungkin dapat menghancurkan apa yang telah dibangun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar